Kenali Gejala Atrofi Otot dan Cara Mengatasinya

 


Last update : Sabtu, 28 Desember 2024 | 17:46 WIB

INILAHCARASEHATALAAKU.BLOGSPOT.COM - Atrofi otot adalah istilah medis yang digunakan untuk menjelaskan kondisi hilangnya atau menipisnya jaringan otot.

Selain dapat ditemui pada kasus seseorang yang mengalami cedera, atrofi otot biasanya juga disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik.

Ketika seseorang mengidap atrofi otot, kondisi ini biasanya terlihat jelas, terutama pada massa dan kekuatan otot yang mengalami penurunan.

Lalu, kira-kira hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyikapi kondisi ini? Yuk, intip pembahasan selengkapnya dengan terus membaca arikel ini sampai akhir!

Apa itu Atrofi Otot?

Selaras dengan apa yang telah disinggung sebelumnya, atrofi otot adalah hilangnya atau berkurangnya massa otot akibat beberapa faktor, seperti cedera, penyakit, penuaan, dan kurangnya aktivitas fisik.

Menurut informasi yang dikutip dari situs Cleveland Clinic, ciri utama yang dapat dilihat dari atrofi otot adalah mengecilnya otot baik dari segi ukuran maupun kakuatannya.

Atrofi otot terjadi ketika adanya ketidakseimbangan antara sintesis dan degradasi protein. Dimana kondisi ini akan mengarah ke degradasi yang berkontribusi dalam hilangnya massa otot.

Jika tidak segera ditangani secara tepat, atrofi otot dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti kesulitan berjalan, sulit menjaga keseimbangan, hingga kecacatan.

Gejala Atrofi Otot

Gejala atrofi otot tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan yang terjadi, berikut adalah beberapa gejala umum atrofi otot yang penting untuk diketahui:

1. Otot yang Melemah

Atrofi otot dapat menyebabkan melemahnya kekuatan otot, sehingga dapat membatasi kemampuan tubuh untuk menghasilkan tenaga yang digunakan untuk beraktivitas.

Jika tidak ditangani dengan cepat, seiring waktu kondisi ini dapat menyebabkan pengidapnya menjadi ketergantungan pada orang lain.
Terutama untuk melakukan hal-hal dasar seperti berjalan atau mengangkat beban.

2. Penyusutan Otot

Pada kasus yang lebih serius, atrofi otot dapat menyebabkan area yang terkena dampak terlihat lebih kecil atau lebih tipis dibandingkan kelompok otot disekitarnya. Misalnya, ukuran lengan yang mengalami atrofi otot akan tampak lebih kecil jika dibandingkan dengan lengan lainnya.

Perubahan ini dapat terjadi secara bertahap dan tidak kentara, ataupun lebih cepat pada kasus cedera yang parah.

3. Mudah Lelah saat Beraktivitas

Seseorang dengan atrofi otot juga berpotensi akan sering mengalami kelelahan, mengingat otot yang mengalami atrofi lebih lemah dan kurang efisien dalam menjalankan tugasnya.

Rasa lelah ini juga dapat dirasakan ketika tubuh dipaksa mengimbangi otot yang melemah, terutama otot-otot di sekitarnya.

Otot-otot tersebut harus bekerja lebih keras, sehingga akan menyebabkan penggunaan berlebihan dan memicu ketegangan tambahan.

4. Rentang Gerak Menjadi Terbatas

Gejala berikutnya yang juga dapat dirasakan dari atrofi otot adalah kekakuan dan rentang gerak yang menjadi terbatas pada area sendi yang terdampak.

Massa dan kekuatan otot yang menurun dapat mengganggu kemampuan sendi untuk bergerak lebih bebas, seperti saat membungkuk, meraih, atau melakukan gerakan memutar badan.

Penyebab Atrofi Otot

Dikutip dari laman Verywell Health, penyebab atrofi otot dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis atrofi otot yang diidap.

Terdapat 3 jenis utama atrofi otot, di antaranya adalah atrofi otot fisiologis, neurogenik, dan patologis, berikut ini adalah beberapa penyebab atrofi otot berdasarkan jenisnya:

1. Penyebab Atrofi Otot Fisiologis

Atrofi otot fisiologis merupakan jenis atrofi otot yang disebabkan oleh jarangnya otot digunakan dalam jangka panjang.

Jenis atrofi ini juga umum ditemui pada orang-orang yang mengalami kelumpuhan, cedera serius, hingga stroke yang dapat membatasi aktivitas fisiknya. Beberapa penyebab atrofi otot fisiologis di antaranya adalah:

● Kurangnya melakukan aktivitas fisik atau berolahraga.
● Duduk dalam waktu yang lama.
● Gaya hidup sedentari.
● Kebasaan berbaring atau rebahan dalam waktu lama.

2. Penyebab Atrofi Otot Neurogenik

Ketika saraf yang berfungsi merangsang otot rusak, otot tidak akan mampu berfungsi secara optimal karena saraf tidak dapat memicu terjadinya kontraksi. Seiring berjalannya waktu, otot yang tidak terstimulasi dan jarang digerakkan ini akan memicu terjadinya atrofi.

Adapun penyebab atrofi otot neurogenik dapat disebutkan sebagai berikut:

● Sindrom Guillain-Barre
● Poliomyelitis (Polio)
● Cedera sumsum tulang belakang
● Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)
● Carpai tunnel syndrome

3. Penyebab Atofi Otot Patologis

Atrofi otot dapat disebabkan oleh beberapa kondisi media, seperti peradangan, masalah metabolisme, hingga kondisi kekurangan gizi.

Semua faktor diatas merupakan penyebab dari kerusakan otot, berikut adalah beberapa penyebab atrofi otot patologis:

● AIDS
● Kanker
● Terapi Kortikosteroid Jangka Panjang
● Sindrom dumping
● Malnutrisi

Cara Mengatasi Atrofi Otot

Pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi atrofi otot sangat bergantung pada jenis dan tingkat keparahan itu sendiri. Berikut adalah cara mengatasi atrofi otot berdasarkan jenisnya:

1. Cara Mengatasi Atrofi Otot Fisiologis

Pendekatan yang paling umum dilakukan untuk mengatasi atrofi otot adalah melalui latihan fisik secara rutin dan konsisten.

Latihan ketahanan dan kekuatan sangat efektif untuk memulihkan atrofi otot. Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan, berlari, atau berenang juga dapat membanti mempercepat proses pemulihan.

Selain olahraga, mencukupi asupan nutrisi juga penting. Konsumsi vitamin D dan asam lemak omega 3 untuk mendukung perbaikan dan pertumbuhan otot.

2. Cara Mengatasi Atrofi Otot Neurogenik

Terapi fisik dan latihan rentang gerak merupakan pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendorong koneksi antara saraf dan otot.

Dalam kasus kerusakan saraf yang parah, jenis perawatan seperti melalui fisioterapi dan Functional Electrical Stimulation (FES) juga dapat membantu mengaktifkan kembali otot-otot yang melemah.

3. Cara Mengatasi Atrofi Otot Patologis

Untuk mengatasi atrofi otot patologis, strategis penanganan yang dilakukan umumnya menargetkan penyebab yang mendasarinya.

Obat antiradang dan Imunosupresan dapat digunakan untuk mencegah kerusakan otot berkelanjutan akibat dari kondisi rheumatoid arthritis.

Suplemen asam amino esensial seperti branched-chain amino acids (BCAAs) juga bisa jadi solusi untuk membantu meningkatkan metabolisme otot.

Kesimpulan

Demikian adalah penjelasan mengenai atrofi otot yang penting untuk diketahui. Jadi, jangan disepelekan, ya!

Perhatikan gaya hidup dan mulailah berolahraga secara rutin agar otot-otot tubuh menjadi lebih kuat dan terbentuk.

Sumber : fithub.id

Baca Juga : Cara Memutihkan Wajah Secara Alami - Disini Tempatnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah 5 Contoh Latihan Koordinasi dan Manfaatnya

Manfaat Rebung untuk Kesehatan - blog inilahcarasehatalaaku

Keajaiban Daun Kelor Menurut Alami Kesehatan